{"id":1196,"date":"2026-08-06T14:05:05","date_gmt":"2026-08-06T07:05:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dacnews.com\/?p=1196"},"modified":"2026-08-06T14:05:05","modified_gmt":"2026-08-06T07:05:05","slug":"membangun-nahdlatul-ulama-berdasarkan-bashiroh-bukan-bisyaroh-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dacnews.com\/?p=1196","title":{"rendered":"Membangun Nahdlatul Ulama berdasarkan Bashiroh, bukan Bisyaroh"},"content":{"rendered":"<!-- wp:themify-builder\/canvas \/-->\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto : Istimewa<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1192,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[71,40,72,66],"class_list":["post-1196","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opinion-analysis","tag-harokah","tag-kh-maruf-amin","tag-nahdliyah","tag-nu","has-post-title","has-post-date","has-post-category","has-post-tag","has-post-comment","has-post-author",""],"builder_content":"<p style=\"text-align: justify;\">Di antara kalimat pembuka yang paling mengesankan dalam sambutan KH. Ma\u2019ruf Amin pada acara peluncuran buku Fikrah, Manhaj, dan Harakah Nahdliyah dalam Perspektif KH. Ma\u2019ruf Amin ialah ungkapan di atas. Sebuah kalimat yang singkat, tetapi mengandung kedalaman makna. Kalimat itu langsung disambut tepuk tangan hadirin, bahkan diiringi gelak tawa. Barangkali karena permainan katanya yang cerdas. Namun, di balik kesan ringan tersebut, tersimpan kritik moral sekaligus pesan strategis mengenai arah pembangunan Nahdlatul Ulama di masa depan.<\/p> <p style=\"text-align: justify;\">Bagi saya, kalimat tersebut bukan sekadar permainan diksi antara bashiroh dan bisyaroh. Ia merupakan ajakan untuk mengembalikan orientasi perjuangan NU kepada fondasi yang telah diwariskan para masyayikh: membangun jam\u2019iyyah berdasarkan kejernihan pandangan, keluasan ilmu, kedalaman spiritualitas, dan ketulusan pengabdian.<\/p> <p style=\"text-align: justify;\">Dalam tradisi Islam, bashiroh berarti pandangan batin yang jernih, kemampuan melihat hakikat persoalan dengan cahaya ilmu dan petunjuk Allah SWT. Al-Qur\u2019an menggunakan istilah ini untuk menggambarkan jalan dakwah yang dilandasi keyakinan dan kesadaran yang mendalam. Seorang yang memiliki bashiroh tidak hanya memahami teks, tetapi juga mampu membaca konteks; tidak hanya mempertimbangkan keuntungan sesaat, tetapi juga kemaslahatan jangka panjang; tidak hanya berpikir tentang kepentingan pribadi, melainkan tentang keberlanjutan umat.<\/p> <p style=\"text-align: justify;\">Tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama sesungguhnya dibangun di atas fondasi semacam ini. Para pendiri NU seperti Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy\u2019ari, KH. Wahab Chasbullah, KH. Bisri Syansuri, dan para ulama lainnya membangun organisasi bukan karena dorongan kepentingan pragmatis, melainkan karena panggilan agama. Mereka menjadikan ilmu sebagai dasar keputusan, musyawarah sebagai metode, serta kemaslahatan umat sebagai tujuan utama.<\/p> <p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, ketika KH. Ma\u2019ruf Amin mengingatkan pentingnya membangun NU dengan bashiroh, beliau sejatinya sedang mengingatkan kembali jati diri Nahdlatul Ulama sebagai organisasi ulama. Sebuah organisasi yang kekuatannya bukan semata-mata pada jumlah pengikut, besarnya aset, atau luasnya jaringan politik, melainkan pada otoritas moral dan intelektual yang lahir dari tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah.<\/p> <p style=\"text-align: justify;\">Sebaliknya, istilah bisyaroh dalam kalimat tersebut tampaknya digunakan sebagai permainan bahasa untuk menggambarkan orientasi yang bergeser dari pengabdian menuju kepentingan material. Dalam tradisi pesantren, bisyaroh memang lazim dimaknai sebagai honor atau bentuk penghargaan atas suatu tugas keagamaan. Pada dirinya sendiri, tentu tidak ada yang salah dengan bisyaroh. Memberikan penghargaan kepada para guru, dai, atau pengurus merupakan sesuatu yang wajar dan bahkan dianjurkan.<\/p> <p style=\"text-align: justify;\">Namun, refleksi yang dapat ditarik dari ungkapan KH. Ma\u2019ruf Amin adalah bahwa persoalan muncul apabila orientasi pengabdian bergeser. Ketika seseorang berjuang bukan lagi karena nilai, melainkan semata-mata karena imbalan; ketika amanah dipandang sebagai sumber keuntungan, bukan sebagai tanggung jawab; atau ketika jabatan lebih diperebutkan karena manfaat pribadi daripada ruang untuk melayani umat. Dalam konteks seperti itulah, bashiroh mulai tergeser oleh cara berpikir yang lebih pragmatis.<\/p> <p style=\"text-align: justify;\">Tentu saja, pembacaan ini merupakan refleksi penulis atas pesan yang disampaikan KH. Ma\u2019ruf Amin. Pesan tersebut dapat dimaknai secara lebih luas sebagai ajakan untuk terus menjaga kemurnian niat dalam mengelola organisasi sebesar Nahdlatul Ulama.<\/p> <p style=\"text-align: justify;\">Momentum peluncuran buku Fikrah, Manhaj, dan Harakah Nahdliyah menjadi semakin penting karena berlangsung menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Muktamar bukan sekadar agenda memilih pemimpin baru, melainkan forum untuk menentukan arah perjalanan organisasi beberapa tahun ke depan. Pada momentum seperti ini, pertanyaan mendasar yang perlu dijawab bukan hanya siapa yang akan memimpin NU, tetapi juga paradigma apa yang akan menjadi dasar kepemimpinannya.<\/p> <p style=\"text-align: justify;\">Apakah NU akan terus dipimpin dengan bashiroh\u2014yakni kepemimpinan yang berakar pada ilmu, hikmah, akhlak, dan kemaslahatan\u2014atau justru semakin terseret pada logika pragmatis yang menjadikan jabatan sebagai tujuan? Pertanyaan inilah yang tampaknya ingin disodorkan KH. Ma\u2019ruf Amin kepada seluruh warga Nahdliyin.<\/p> <p style=\"text-align: justify;\">Pada akhirnya, kekuatan Nahdlatul Ulama tidak pernah lahir dari kelimpahan sumber daya material semata. Sejarah menunjukkan bahwa NU mampu bertahan lebih dari satu abad justru karena memiliki modal sosial yang dibangun di atas keikhlasan para ulama, tradisi keilmuan pesantren, serta budaya khidmah yang diwariskan dari generasi ke generasi. Semua itu merupakan buah dari bashiroh.<\/p> <p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, pesan KH. Ma\u2019ruf Amin layak dijadikan renungan bersama. Di tengah berbagai tantangan organisasi yang semakin kompleks, NU membutuhkan lebih banyak pemimpin yang memiliki kejernihan pandangan daripada sekadar kemampuan membangun popularitas. Organisasi ini memerlukan lebih banyak kader yang siap mengabdi daripada mereka yang sibuk menghitung keuntungan pribadi.<\/p> <p style=\"text-align: justify;\">Sebab, sebagaimana diingatkan oleh KH. Ma\u2019ruf Amin, Nahdlatul Ulama hanya akan tetap menjadi rumah besar umat apabila terus dibangun di atas bashiroh\u2014kejernihan ilmu, ketulusan niat, dan kebijaksanaan para ulama\u2014bukan semata-mata oleh pertimbangan yang bersifat pragmatis. Di situlah letak kekuatan sejati NU sejak didirikan para muassis hingga hari ini.<\/p>\n<p><strong>Oleh : Roqiyul Maarif Syam<\/strong><br \/><strong>*Penulis merupakan Wakil Katib Syuriyah PCINU United Kingdom<\/strong><br \/><br \/><\/p>\n\u00a9 <a href=\"https:\/\/www.dacnews.com\">DAC News<\/a> 2026","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dacnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1196","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dacnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dacnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dacnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dacnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1196"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.dacnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1196\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1202,"href":"https:\/\/www.dacnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1196\/revisions\/1202"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dacnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1192"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dacnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1196"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dacnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1196"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dacnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1196"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}