Membumikan Keadilan Ekonomi: Penulis dan Konten Kreator Muslim Akan Bersinergi Dorong Gagasan Bottom-Up KH. Ma’ruf Amin

JAKARTA, DAC News — Langkah nyata menuju pemerataan ekonomi dan penguatan literasi Islam akan kembali digaungkan. Bertempat di Aula Buya Hamka Lantai 4, Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta Pusat, sejumlah tokoh, ulama, penulis, serta konten kreator Muslim dari berbagai penjuru tanah air dijadwalkan akan berkumpul dalam acara bertajuk “Silaturahmi Nasional: Forum Penulis dan Konten Kreator Muslim”.

​Kegiatan strategis yang akan digelar pada Kamis (9/7/2026) ini akan mengusung dua agenda utama, yakni Bahtsul Fikrah Ekonomi Islam dan Workshop Literasi Islam.

​Diselenggarakan secara kolaboratif oleh Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman MUI yang bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), forum ini tidak sekadar menjadi ruang temu fisik.

​Akan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, acara ini diproyeksikan akan menjadi pemantik sinergi intelektual untuk menjawab tantangan kesenjangan sosial yang kian tajam akibat pola pengembangan ekonomi top-down yang dinilai belum mampu menyentuh masyarakat akar rumput secara inklusif.

​Salah satu agenda sentral yang akan dikaji secara mendalam dalam forum ini adalah pemikiran ekonomi Islam ala KH. Ma’ruf Amin. Gagasan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13 tersebut dinilai memiliki urgensi tinggi untuk dijadikan fondasi alternatif dalam mewujudkan keadilan sosial dan kemandirian ekonomi nasional lintas sektor.

​Wakil Sekretaris Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman MUI, Roqiyul Ma’arif Syam, S.H., M.H., menjelaskan bahwa esensi pemikiran ekonomi Kiai Ma’ruf terletak pada keberpihakan yang nyata terhadap umat. Model pertumbuhan yang digagas berorientasi dari bawah ke atas (bottom-up), sebuah antitesis dari dominasi ekonomi oligarki.

​”Pemikiran ekonomi Kiai Ma’ruf Amin patut kita baca bersama sebagai an alternative way menuju keadilan ekonomi dan sosial. Pola pembangunan ekonomi yang top-down selama ini terbukti kurang berhasil menumbuhkan kesejahteraan yang merata di kalangan masyarakat bawah. Kita butuh arus baru ekonomi yang kokoh dari akar rumput,” ujar Roqiyul Ma’arif Syam, S.H., M.H.

​Roqiyul menambahkan, gagasan-gagasan besar ini tidak akan berdampak luas jika hanya tersimpan di ruang-ruang akademik. Oleh karena itu, kehadiran para penulis buku dan konten kreator Muslim akan menjadi jembatan strategis guna mengemas narasi tersebut agar lebih membumi, humanis, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat melalui berbagai platform literasi modern.

​Pertemuan ini juga mengemban misi besar untuk menyambung tali silaturahmi sekaligus silatulfikr (saling bertukar pikiran). Melalui workshop literasi yang interaktif, para kreator akan dipandu untuk melahirkan konten keislaman yang edukatif, menyejukkan, serta jauh dari hoaks dan polarisasi.

​Diharapkan, kolaborasi ini mampu memicu kebangkitan gerakan literasi Islam yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membawa kemuliaan bagi bangsa.

 Semangat yang diusung adalah perwujudan dari visi besar izzul Islam wal muslimin (kemuliaan Islam dan umat Islam) serta izzul Indonesia wal indonesiyin (kemuliaan Indonesia dan rakyat Indonesia).

​Acara khidmat ini direncanakan akan turut dihadiri dan didukung oleh jajaran dewan kehormatan serta pengurus teras MUI, antara lain Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, Wakil Ketua Umum MUI Dr. K.H. Marsudi Syuhud, M.M., Sekretaris Jenderal MUI Buya Dr. Amirsyah Tambunan, serta sejumlah pakar dan kreator konten Muslim, termasuk penulis Sugiharti Soehardjono yang aktif menggerakkan literasi digital.

​Forum ini sekaligus menandai langkah awal dari perhelatan akbar yang telah dinantikan oleh umat Islam di seluruh penjuru negeri, mengingat posisinya yang sangat penting dalam menyongsong arah baru pergerakan umat.

​”Acara ini merupakan bagian dari rangkaian agenda pra-Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang puncaknya akan diselenggarakan di Jakarta pada akhir Juli 2026 mendatang,” pungkas Roqiyul.

​Dengan berakhirnya lokakarya ini nanti, para penulis dan konten kreator diharapkan akan pulang membawa misi baru: membanjiri ruang siber dan pustaka nasional dengan konten ekonomi syariah yang mencerahkan, membawa angin segar bagi keadilan sosial, serta mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat peradaban ekonomi Islam yang humanis di dunia.